Golden Rancher

everything about my dreams

 

Penerapan GMP Masih Nol

 
Penerapan GMP

Karkas ayam di mobil pick up Sumber : Anugrah (SE K770i)

 

 

Sebuah pemandangan sangat tidak biasa dalam benak seorang mahasiswi yang kuliah di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Semester tiga kemarin saya mendapatkan mata kuliah Dasar Teknologi Hasil Ternak. Dalam perjalanannya, saya belajar tentang Program Pengendalian Mutu atau Keamanan Pangan. Salah satunya adalah GMP (Good Manufacturing Practices) atau cara berproduksi yang baik dan benar.

Syarat GMP :

1. Persyaratan bahan baku, bahan pembantu dan bahan tambahan pangan dan produk akhir.

Sesuai dengan persyaratan keamanan dan mutu yang berlaku di Standar Nasional Indonesia (SNI) atau peraturan dari Departemen berwenang (Competent Autority) terkait, standar Internasional, standar Negara tujuan, standar Pelanggan.

2. Persyaratan penanganan.

Penanganan bahan baku (penerimaan produk akhir) yang dilakukan secara saniter & higienis serta secara FIFO (First in and First Out), bahan baku yang sedang menunggu proses sebaiknya disimpan pada tempat yang saniter dan higienis.

3. Persyaratan pengolahan.

Proses pengolahan harus dilakukan secara saniter dan higienis, proses pengolahan harus sesuai dengan ketentuan khusus menurut jenis pengolahan, bentuk dan ukuran produk akhir sesuai dengan persyaratan, pemberian kode pada waktu proses sejak dari penanganan baku, agar dapat membantu identifikasi produk akhir.

4. Persyaratan pewadahan dan atau pengemasan.

Produk akhir harus diwadahi dan atau dikemas dengan cepat, tepat dan saniter, diberi label yang memuat antara lain : jenis produk, nama produsen, ukuran, tipe produk, grade/mutu, tanggal kadaluwarsa, berat bersih, nama bahan tambahan (jika memakai), kode produksi. Wadah atau pengemas harus mampu melindungi produk dari kontaminasi atau kerusakan dan tidak mencemari produk.

5. Persyaratan penyimpanan.

Penyimpanan bahan baku maupun produk akhir harus terpisah dengan bahan lain dan tempat penyimpanan dijaga saniter, susunan produk akhir disesuaikan dengan sistem FIFO, bahan pengemas harus disimpan ditempat yang bersih dan tidak bercampur dengan bahan yang menyebabkan kontaminasi, kondisi penyimpanan produk harus disesuaikan dengan jenis produk (suhu, kelembaban, cahaya dll).

6. Persyaratan pengangkutan dan distribusi.

Kondisi alat angkut dan distribusi disesuaikan dengan jenis produk, alat angkut dan distribusi dijaga kebersihan dan sanitasinya.

7. Persyaratan sanitasi dan higienis.

Kondisi fisik sanitasi dan hygiene perusahaan/unit pengolahan (lokasi dan lingkungan, kondisi konstruksi bangunan, peralatan dan perlengkapan pengolahan), sanitasi dan kesehatan karyawan, prosedur pengendalian sanitasi.

Paling mudah dilihat dalam foto adalah pelanggaran pada persyaratan pengangkutan dan distribusi. Fenomena ini sama sekali tidak terlihat bersih dan memiliki sanitasi yang buruk. Tidak dapat dibayangkan berapa jumlah bakteri dan kuman-kuman yang menempel pada karkas ayam tersebut akibat polusi udara selama perjalanan distribusi.

Lantas siapa yang salah dalam masalah ini?

Inilah tugas mahasiswa mahasiswi yang mengerti untuk membagi ilmu kepada mereka yang lain pelaku ekonomi Negara.

Oleh : Anugrah_D14090006